Kamis, 01 Juli 2021

Evaluasi pembelajaran

 Nama : muhammad parizurrahman

Kelas :PAI 4A

NIM : 11901274


Pandemi covid-19 membuat sistem pembelajaran di Indonesia yang berlangsung secara klasikal berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Tujuan penelitian ini yakni mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran daring di Indonesia pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan sumber data berupa artikel ilmiah yang membahas tentang pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19. Teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi/ penarikan kesimpulan. Temuan dalam penelitian ini bahwa mekanisme pembelajaran daring memiliki dampak positif berupa kemandirian siswa dalam belajar, peningkatan aktivitas mencari sumber belajar dan inovasi gaya belajar. Dampak negatif pembelajaran daring berupa rasa jenuh dan penurunan minat belajar akibat kegagalan siswa dan guru dalam mengatasi kendala seperti sarana penunjang yang tidak memadai, ketiadaan kuota internet dan sinyal internet yang buruk. Tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru selama pembelajaran daring yakni ketersediaan sarana penunjang, strategi pembelajaran yang inovatif dan sinergi ntara komponen pendidikan. Pembelajaran daring berpeluang untuk terus dilaksanakan dengan system blended learning guna menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang efektif dan efisien. strategi pembelajaran menyenangkan itu adalah kemampuan untuk mengubah komunitas belajar menjadi tempat yang meningkatkan kesadaran, daya dengar, partisipasi, umpan balik, dan pertumbuhan, di mana emosi dihargai. Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa bila guru mampu menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan efektifitas pembelajaran. Selanjutnya ditambahkan DePorter, di lingkungan seperti inilah siswa dapat beranjak ke keadaan prima, mau bertanggung jawab, saling mempercayai, dan tempat yang tanpa batas untuk mencapai apapun. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah konteks menata panggung belajar. Menata panggung belajar termasuk di dalamnya menata suasana kelas mencakup bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati dengan siswa, sikap terhadap sekolah serta belajar perlakuakan terhadap siswa baik secara individu maupun klasikal. Semuanya menjadi pertimbangan dalam merancang strategi pembelajaran. Suasana yang penuh kegembiraan misalnya, cenderung membawa kegembiraan pula dalam belajar. Oleh karena itu, jika aspek ini ditata dengan cermat, suatu keajaiban akan terjadi. Suasana itu sendiri benarbenar menciptakan rasa saling memiliki, saling menghargai, saling menerima dan memberi yang kemudian akan meningkatkan rasa yang amat menyenangkan. Kelas akan menjadi komunitas belajar yang dituju para siswa dengan senang hati, sehinggga tidak ada rasa keterpaksaan dalam melaksanakan tugas belajarnya.