Kamis, 24 Juni 2021

Strategi pembelajaran

Nama : muhammad parizurrahma 
Nim : 11901274
Kelas : PAI 4A

Wabah Covid-19 merupakan penyakit yang lebih cepat menular yang
disebabkan oleh jenis coronavirus. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia yang
lebih rentan, virus ini juga menyerang siapa saja, bahkan mulai dari bayi, anak-anak,
hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan dan berat
pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Untuk
memutus mata rantai penyebaran yang masif virus tersebut, maka berbagai negara
menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown sementara dalam rangka
mencegah penyebaran virus corona. Di negara Indonesia sendiri, memberlakukan
kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus
ini. Dikarenakan Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan warga
negara yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sementara waktu sampai benar. Beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan pemerintah salah satunya
dengan memutuskan menerapkan kebijakan lockdown di sekolah untuk meliburkan
siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan)
atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah
provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayahwilayah provinsi lainnya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah di
tiap-tiap daerah. Sehingga sekolah tersebut mempunyai 2 strategi pembelajaran yaitu,
secara daring (dalam jaringan) dan ada yang secara luring (luar jaringan). Sekolahsekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring, dikarenakan
membutuhkan media yang tergolong mahal membutuhkan media pembelajaran
seperti pulsa paketan, handphone, laptop, atau computer sehingga dirasakan
memberatkan siswa di daerah yang terpencil.
Pola sistem strategi pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem
pembelajaran jarak jauh tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa yang
dilakukan melalui jaringan yang menggunakan jaringan internet. Guru dituntut cakap
menggunakan media pembelajaran yang berbasis online dan memastikan kegiatan
belajar mengajar tetap berjalan walaupun di masa pandemic covid-19, meskipun siswa
berada di rumah pembelajaran harus tetap dijalankan. sehingga guru diharuskan
mampu dan dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan
memanfaatkan media daring (online). Hal ini sesuai dengan arahan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4
Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Sistem pembelajaran dilaksanakan
melalui perangkat computer atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan
internet. Guru ataupun dosen dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang
bersamaan dengan menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA),
telegram, instagram, zoom, google classroom dan lain sebagainya. Dengan demikian,
guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan,
meskipun di tempat yang berbeda.
Hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat urgent bagi siswa, jam berapa
mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan yang
menjadi permasalahan adalah orangtua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari .kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini
dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran
daring. Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan
internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit
untuk mengakses internet, apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah
pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler
terkadang jaringan yang tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari
jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada
siswa yang mengikuti pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya. Solusi atas permasalahan pembelajaran di masa pandemi adalah pemerintah harus memberikan kebijakan
dengan membuka gratis layanan aplikasi daring sekolah bekerjasama dengan provider
internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring ini. Pemerintah
juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring. Bagi
sekolah-sekolah perlu untuk melakukan bimbingan teknik (bimtek) online proses
pelaksanaan daring dan melakukan sosialisasi kepada orangtua dan siswa melalui
media cetak dan media sosial tentang tata cara pelaksanaan pembelajaran daring,
kaitannya dengan peran dan tugasnya. Dalam proses pembelajaran daring, penting untuk ditambahkan pesan-pesan edukatif kepada orangtua dan peserta didik, tentang
wabah pandemi Covid-19. Dengan demikian kita dapati pembelajaran yang sama
dengan tatap muka tetapi berbasis online. Efeknya sangat bagus, programnya tepat
sasaran, dan capaian pembelajarannya tercapai

Kamis, 03 Juni 2021

Media pembelajaran

 nama : muhammad parizurrahman

Kelas : Pai 4A

Nim : 11901274

METODE Media Pembelajaran dibagi menjadi dua kata yaitu pembelajaran dan media. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau penyampai pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Arsyad, media pada umumnya adalah manusia, materi, dan peristiwa yang membangun kondisi agar siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Istilah media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah (وسال (perantara atau utusan pengirim kepada penerima pesan [4]. Media sebagai alat memudahkan guru untuk menyampaikan pesan dari materi pelajaran kepada siswa. Menurut [5] istilah media yang berasal dari bahasa Latin dan bentuk jamaknya adalah medium, media secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Arti umum adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan bagian dari suatu sumber belajar yang merupakan gabungan antara perangkat lunak (materi pembelajaran) dan perangkat keras (alat pembelajaran). Dengan media pembelajaran guru tidak akan kesulitan dalam menyampaikan pesan materi pelajaran dan siswa merasa lebih efektif untuk menerima pesan-pesan. Sedangkan belajar atau phrasing yang lebih akrab sebelum “mengajar” adalah usaha untuk mengajar para siswa . Mengatakan bahwa belajar adalah kombinasi yang terdiri dari unsur manusia, bahan, fasilitas, peralatan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selanjutnya Hamalik membedakan makna media menjadi dua: dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, media pengajaran hanya mencakup media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pengajaran yang direncanakan. Padahal, dalam arti luas, media tidak hanya mencakup media komunikasi elektronik yang kompleks, tetapi juga alat-alat sederhana, seperti slide, fotografi, diagram, dan bagan buatan guru, benda nyata, dan studi banding. Sejalan dengan pandangan tersebut, guru juga dianggap sebagai media presentasi, selain radio dan televisi karena sama-sama membutuhkan dan menggunakan banyak waktu untuk menyampaikan informasi kepada siswa. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, belajar adalah suatu proses dan cara agar orang atau manusia mau belajar. Peran guru dalam mengembangkan media sangat berpengaruh untuk mempengaruhi proses pembelajaran karena pada dasarnya kepribadian guru memiliki hubungan dengan siswa. Kompetensi mengajar dan peduli terhadap keterampilan siswa juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Seorang guru yang tidak mampu menjelaskan dengan baik dan kurangnya pemahaman materi pelajaran akan berdampak pada kurangnya dorongan kepada siswa. Oleh karena itu, di era kemajuan teknologi, guru tidak cukup dengan kemampuan biasa saja. Media pembelajaran adalah perantara penyampaian materi pelajaran kepada siswa dengan menggunakan alat-alat tertentu agar siswa dapat memahami dengan cepat dan menerima ilmu dari pendidik. Untuk membuat media pembelajaran diperlukan kreativitas dan inovasi dari para pendidik. Media pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan menciptakan gairah belajar siswa. Seorang guru harus dipersiapkan dengan baik untuk sebuah gerakan baru dan harus mendidik siswa berdasarkan zamannya. Jenis Media Pembelajaran di Era Digital Jenis media pembelajaran di era digital ini pertama-tama memilih alat peraga yang menjadi media pembelajaran pada mata pelajaran yang akan disesuaikan karena jika media pembelajaran tidak sesuai untuk menyampaikan materi tentu akan membuat proses pembelajaran di kelas menjadi tidak efektif. Seorang guru harus memilih media pembelajaran yang tepat dengan materi pelajaran. Kedua, menggunakan powerpoint untuk membantu menyampaikan materi pelajaran. Powerpoint tidak hanya berguna untuk perjuangan dalam proses pembuatan presentasi, tetapi juga untuk mempermudah proses setting dan pencetakan slide presentasi serta pembuatan materi presentasi baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Powerpoint memungkinkan pengguna untuk memasukkan media suara, gambar dan video ke dalam presentasi sehingga presentasi terlihat lebih menarik. Dengan menggunakan Powerpoint, kita dapat menyampaikan beberapa poin penting dalam diskusi seminar sehingga peserta seminar dapat mengetahui kerangka tema seminar dengan mudah. Selain membantu penyampaian materi presentasi, cara membuat Powerpoint juga cukup mudah. Ketiga, di era digital, sistem pembelajaran berbasis online semakin diminati.