Kamis, 01 Juli 2021

Evaluasi pembelajaran

 Nama : muhammad parizurrahman

Kelas :PAI 4A

NIM : 11901274


Pandemi covid-19 membuat sistem pembelajaran di Indonesia yang berlangsung secara klasikal berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Tujuan penelitian ini yakni mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran daring di Indonesia pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan sumber data berupa artikel ilmiah yang membahas tentang pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19. Teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi/ penarikan kesimpulan. Temuan dalam penelitian ini bahwa mekanisme pembelajaran daring memiliki dampak positif berupa kemandirian siswa dalam belajar, peningkatan aktivitas mencari sumber belajar dan inovasi gaya belajar. Dampak negatif pembelajaran daring berupa rasa jenuh dan penurunan minat belajar akibat kegagalan siswa dan guru dalam mengatasi kendala seperti sarana penunjang yang tidak memadai, ketiadaan kuota internet dan sinyal internet yang buruk. Tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru selama pembelajaran daring yakni ketersediaan sarana penunjang, strategi pembelajaran yang inovatif dan sinergi ntara komponen pendidikan. Pembelajaran daring berpeluang untuk terus dilaksanakan dengan system blended learning guna menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang efektif dan efisien. strategi pembelajaran menyenangkan itu adalah kemampuan untuk mengubah komunitas belajar menjadi tempat yang meningkatkan kesadaran, daya dengar, partisipasi, umpan balik, dan pertumbuhan, di mana emosi dihargai. Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa bila guru mampu menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan efektifitas pembelajaran. Selanjutnya ditambahkan DePorter, di lingkungan seperti inilah siswa dapat beranjak ke keadaan prima, mau bertanggung jawab, saling mempercayai, dan tempat yang tanpa batas untuk mencapai apapun. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah konteks menata panggung belajar. Menata panggung belajar termasuk di dalamnya menata suasana kelas mencakup bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati dengan siswa, sikap terhadap sekolah serta belajar perlakuakan terhadap siswa baik secara individu maupun klasikal. Semuanya menjadi pertimbangan dalam merancang strategi pembelajaran. Suasana yang penuh kegembiraan misalnya, cenderung membawa kegembiraan pula dalam belajar. Oleh karena itu, jika aspek ini ditata dengan cermat, suatu keajaiban akan terjadi. Suasana itu sendiri benarbenar menciptakan rasa saling memiliki, saling menghargai, saling menerima dan memberi yang kemudian akan meningkatkan rasa yang amat menyenangkan. Kelas akan menjadi komunitas belajar yang dituju para siswa dengan senang hati, sehinggga tidak ada rasa keterpaksaan dalam melaksanakan tugas belajarnya.

Kamis, 24 Juni 2021

Strategi pembelajaran

Nama : muhammad parizurrahma 
Nim : 11901274
Kelas : PAI 4A

Wabah Covid-19 merupakan penyakit yang lebih cepat menular yang
disebabkan oleh jenis coronavirus. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia yang
lebih rentan, virus ini juga menyerang siapa saja, bahkan mulai dari bayi, anak-anak,
hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan dan berat
pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Untuk
memutus mata rantai penyebaran yang masif virus tersebut, maka berbagai negara
menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown sementara dalam rangka
mencegah penyebaran virus corona. Di negara Indonesia sendiri, memberlakukan
kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus
ini. Dikarenakan Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan warga
negara yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sementara waktu sampai benar. Beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan pemerintah salah satunya
dengan memutuskan menerapkan kebijakan lockdown di sekolah untuk meliburkan
siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan)
atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah
provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayahwilayah provinsi lainnya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah di
tiap-tiap daerah. Sehingga sekolah tersebut mempunyai 2 strategi pembelajaran yaitu,
secara daring (dalam jaringan) dan ada yang secara luring (luar jaringan). Sekolahsekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring, dikarenakan
membutuhkan media yang tergolong mahal membutuhkan media pembelajaran
seperti pulsa paketan, handphone, laptop, atau computer sehingga dirasakan
memberatkan siswa di daerah yang terpencil.
Pola sistem strategi pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem
pembelajaran jarak jauh tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa yang
dilakukan melalui jaringan yang menggunakan jaringan internet. Guru dituntut cakap
menggunakan media pembelajaran yang berbasis online dan memastikan kegiatan
belajar mengajar tetap berjalan walaupun di masa pandemic covid-19, meskipun siswa
berada di rumah pembelajaran harus tetap dijalankan. sehingga guru diharuskan
mampu dan dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan
memanfaatkan media daring (online). Hal ini sesuai dengan arahan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4
Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Sistem pembelajaran dilaksanakan
melalui perangkat computer atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan
internet. Guru ataupun dosen dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang
bersamaan dengan menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA),
telegram, instagram, zoom, google classroom dan lain sebagainya. Dengan demikian,
guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan,
meskipun di tempat yang berbeda.
Hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat urgent bagi siswa, jam berapa
mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan yang
menjadi permasalahan adalah orangtua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari .kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini
dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran
daring. Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan
internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit
untuk mengakses internet, apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah
pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler
terkadang jaringan yang tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari
jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada
siswa yang mengikuti pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya. Solusi atas permasalahan pembelajaran di masa pandemi adalah pemerintah harus memberikan kebijakan
dengan membuka gratis layanan aplikasi daring sekolah bekerjasama dengan provider
internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring ini. Pemerintah
juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring. Bagi
sekolah-sekolah perlu untuk melakukan bimbingan teknik (bimtek) online proses
pelaksanaan daring dan melakukan sosialisasi kepada orangtua dan siswa melalui
media cetak dan media sosial tentang tata cara pelaksanaan pembelajaran daring,
kaitannya dengan peran dan tugasnya. Dalam proses pembelajaran daring, penting untuk ditambahkan pesan-pesan edukatif kepada orangtua dan peserta didik, tentang
wabah pandemi Covid-19. Dengan demikian kita dapati pembelajaran yang sama
dengan tatap muka tetapi berbasis online. Efeknya sangat bagus, programnya tepat
sasaran, dan capaian pembelajarannya tercapai

Kamis, 03 Juni 2021

Media pembelajaran

 nama : muhammad parizurrahman

Kelas : Pai 4A

Nim : 11901274

METODE Media Pembelajaran dibagi menjadi dua kata yaitu pembelajaran dan media. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau penyampai pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Arsyad, media pada umumnya adalah manusia, materi, dan peristiwa yang membangun kondisi agar siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Istilah media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah (وسال (perantara atau utusan pengirim kepada penerima pesan [4]. Media sebagai alat memudahkan guru untuk menyampaikan pesan dari materi pelajaran kepada siswa. Menurut [5] istilah media yang berasal dari bahasa Latin dan bentuk jamaknya adalah medium, media secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Arti umum adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan bagian dari suatu sumber belajar yang merupakan gabungan antara perangkat lunak (materi pembelajaran) dan perangkat keras (alat pembelajaran). Dengan media pembelajaran guru tidak akan kesulitan dalam menyampaikan pesan materi pelajaran dan siswa merasa lebih efektif untuk menerima pesan-pesan. Sedangkan belajar atau phrasing yang lebih akrab sebelum “mengajar” adalah usaha untuk mengajar para siswa . Mengatakan bahwa belajar adalah kombinasi yang terdiri dari unsur manusia, bahan, fasilitas, peralatan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selanjutnya Hamalik membedakan makna media menjadi dua: dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, media pengajaran hanya mencakup media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pengajaran yang direncanakan. Padahal, dalam arti luas, media tidak hanya mencakup media komunikasi elektronik yang kompleks, tetapi juga alat-alat sederhana, seperti slide, fotografi, diagram, dan bagan buatan guru, benda nyata, dan studi banding. Sejalan dengan pandangan tersebut, guru juga dianggap sebagai media presentasi, selain radio dan televisi karena sama-sama membutuhkan dan menggunakan banyak waktu untuk menyampaikan informasi kepada siswa. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, belajar adalah suatu proses dan cara agar orang atau manusia mau belajar. Peran guru dalam mengembangkan media sangat berpengaruh untuk mempengaruhi proses pembelajaran karena pada dasarnya kepribadian guru memiliki hubungan dengan siswa. Kompetensi mengajar dan peduli terhadap keterampilan siswa juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Seorang guru yang tidak mampu menjelaskan dengan baik dan kurangnya pemahaman materi pelajaran akan berdampak pada kurangnya dorongan kepada siswa. Oleh karena itu, di era kemajuan teknologi, guru tidak cukup dengan kemampuan biasa saja. Media pembelajaran adalah perantara penyampaian materi pelajaran kepada siswa dengan menggunakan alat-alat tertentu agar siswa dapat memahami dengan cepat dan menerima ilmu dari pendidik. Untuk membuat media pembelajaran diperlukan kreativitas dan inovasi dari para pendidik. Media pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan menciptakan gairah belajar siswa. Seorang guru harus dipersiapkan dengan baik untuk sebuah gerakan baru dan harus mendidik siswa berdasarkan zamannya. Jenis Media Pembelajaran di Era Digital Jenis media pembelajaran di era digital ini pertama-tama memilih alat peraga yang menjadi media pembelajaran pada mata pelajaran yang akan disesuaikan karena jika media pembelajaran tidak sesuai untuk menyampaikan materi tentu akan membuat proses pembelajaran di kelas menjadi tidak efektif. Seorang guru harus memilih media pembelajaran yang tepat dengan materi pelajaran. Kedua, menggunakan powerpoint untuk membantu menyampaikan materi pelajaran. Powerpoint tidak hanya berguna untuk perjuangan dalam proses pembuatan presentasi, tetapi juga untuk mempermudah proses setting dan pencetakan slide presentasi serta pembuatan materi presentasi baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Powerpoint memungkinkan pengguna untuk memasukkan media suara, gambar dan video ke dalam presentasi sehingga presentasi terlihat lebih menarik. Dengan menggunakan Powerpoint, kita dapat menyampaikan beberapa poin penting dalam diskusi seminar sehingga peserta seminar dapat mengetahui kerangka tema seminar dengan mudah. Selain membantu penyampaian materi presentasi, cara membuat Powerpoint juga cukup mudah. Ketiga, di era digital, sistem pembelajaran berbasis online semakin diminati.

Kamis, 27 Mei 2021

menejemen pendidikan

 

Nama : muhammad parizurrahman

Kelas : PAI 4A

Nim : 11901274

Temuan dari penelitian terkait pengelolaan mahasiswa diperoleh dari pelaksanaan rekrutmen mahasiswa baru, layanan konseling, ekstrakurikuler, bimbingan berprestasi utama yang dilakukan sebagai indikator yang sesuai, meskipun pada aspek bimbingan dan konseling. Untuk itu perlu dirumuskan perencanaan program yang meliputi kegiatan pada waktu pembelajaran maupun diluar waktu pembelajaran. Sebaliknya, faktor tersebut menjadi kendala, antara lain 1) kurangnya fasilitas pembelajaran dan belum adanya perencanaan yang baik dari Madrasah dalam menentukan jumlah siswa yang akan diterima, sehingga tidak ada pengaturan yang pasti dalam penerimaan siswa baru, dan hal tersebut menyebabkan jumlah siswa yang diterima tidak diimbangi dengan jumlah siswa yang harus diterima di kelas, 2) pengawasan terhadap siswa tidak dapat terus dilaksanakan dengan baik dalam pengendalian atau pengarahan dalam kegiatan yang berkaitan dengan siswa, 3) kurangnya kesiapan penyelenggara pendidikan di madrasah dalam mengelola siswa. Banyak Madrasah swasta yang tidak mampu bertahan karena jumlah siswanya yang terlalu banyak. Bahkan ketua yayasan pernah mengatakan lebih sulit mendapatkan siswa baru daripada mendapatkan guru baru. Lebih lanjut dikatakannya, untuk mendapatkan guru baru cukup dengan membuka lowongan kerja maka pelamar akan datang dengan mudah. Sebaliknya, mencari mahasiswa baru sangat sulit, tidak cukup hanya dengan menyebarkan brosur dan meletakkan pengumuman di jalan untuk mendapatkan siswa. Faktor ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan pendidikan dalam era persaingan ini, mahasiswa merupakan komponen utama yang harus dikelola dan dihargai harkatnya, tidak berbeda dengan pembeli / konsumen seperti halnya dalam berbisnis . Rekonstruksi pembinaan yang perlu dilakukan dalam memaksimalkan pengelolaan siswa adalah 1) penerimaan siswa baru, Madrasah diperbolehkan menerima dan merekrut siswa sebanyak-banyaknya, namun harus disesuaikan dengan fasilitas dan ruang kelas yang tersedia. jika jumlah siswa banyak tetapi kualitasnya kurang baik bahkan menjadi ketidakefektifan dalam proses belajar mengajar, maka perlu diperhatikan dengan melihat jumlah kelas dan fasilitas yang tersedia; 2) Panitia persyaratan siswa Madrasah harus menetapkan standar nilai minimal atau nilai rata-rata kelulusan dalam seleksi siswa baru, dan dengan demikian dapat digunakan untuk menghasilkan siswa baru yang benar-benar memiliki kompetensi dan kualitas yang baik dalam pembinaan atau pembinaan. mengelola di bidang kemahasiswaan; 3) perlu adanya koordinasi melalui kegiatan kemahasiswaan, penggunaan alat, pengaturan waktu, pemberian dan penerimaan saran, mengarahkan dan membimbing kepala sekolah dan guru dalam bentuk membagi dan memberi tugas secara jelas, menjelaskan cara mengerjakan tugas dengan baik. Madrasah yang efektif dan terkelola dengan baik dapat mengatur prinsip-prinsip dalam mengelola siswa. untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan filosofi, nilai-nilai dan misi dalam memberikan perencanaan untuk seluruh kegiatan Madrasah memperhatikan pencapaian sasaran dan tujuan terpenting serta menentukan prioritas yang harus dicapai; 2) kepemimpinan yang efektif dan fleksibel dari kepala madrasah dalam mempengaruhi kebijakan Madrasah dan pelaksanaan program dengan perencanaan dan pelaksanaan yang jelas; 3) Menentukan standar perilaku dan kinerja yang jelas tinggi, adanya kerjasama yang tinggi antara guru, kepala madrasah, siswa dan masyarakat dalam memajukan perkembangan madrasah. Siswa pada jenjang Madrasah Aliyah memiliki kekhususan dimana siswanya berasal dari golongan masyarakat menengah ke bawah dan persoalan tentang keterampilan yang ada di bawah sekolah umum. Namun, bukan berarti proses pelayanan kemahasiswaan menjadi berbeda; Khususnya harus sama dengan sekolah lain.

Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan

Manajemen guru dan tenaga kependidikan idealnya harus memuat pelaksanaan peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru dan pendidikan, bergabung dengan kursus  pelatihan, seminar, workshop yang diadakan di tingkat madrasah, kota atau provinsi, baik untuk guru atau tenaga kependidikan sesuai dengan program madrasah. Temuan dari penelitian ini terkait dengan manajemen guru dan tenaga kependidikan adalah kurangnya guru yang sesuai dengan kualifikasi keahliannya. Selain itu, ada kekurangannya dari banyaknya guru dengan kebutuhan mata pelajaran yang diajarkan. Penemuan ini juga menjadi masalah kebangsaan yang biasa dihadapi oleh setiap institusi pendidikan. Masalah pendidikan yang belakangan ini mempengaruhi pendidikan nasional menjadi sumbernya guru yang belum profesional . Faktor yang menghambat perkembangan Jumlah guru madrasah yang selama ini terbatas, status guru yang tidak jelas dan jumlah guru yang terbatas kualifikasi guru yang tidak memadai. Rekonstruksi pembinaan yang perlu dilakukan dalam memaksimalkan manajemen guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar pendidikan manajemen sehingga perlu pembinaan melalui forum MGMP dan pembenahannya kualitas melalui studi lebih lanjut. Dalam hal panduan ini, perspektifnya perlu disesuaikan dan tindakan yang diambil antara kementerian pendidikan dan kementerian agama, kepada semua guru yang mengajar di Madrasah Aliyah dan guru-guru yang mengajar di Sekolah Menengah Atas umum, sehingga bisa bekerjabersama-sama untuk meningkatkan kualitas guru, dan itu akan berujung pada peningkatan lulusankualitas. Selain itu keberadaan petugas laboratorium, pustakawan, pegawai kantor dan lain-lain harus memenuhi standar kecukupan dan mutu.

Manajemen Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran

Guru merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan kurikulum dan pembelajaran kurang memahami perkembangan kurikulum baru, kesulitan menyusun silabus, dan tidak mempromosikan berbagai metode pengajaran. Oleh karena itu, rekonstruksi panduan perlu dilakukan dilakukan, yang memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tingkat dan relevan dengan keterampilan mereka. Rekonstruksi bimbingan perlu dilakukan untuk memaksimalkan pengelolaan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, seperti: 1) kurikulum yang digunakan bersifat fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan kondisi dan kebutuhan siswa serta lingkungan; 2) pelajaran mata di sekolah atau penurunan materi pelajaran, karena 19 subjek (47-55 jam) per minggu adalah sangat besar beban jika dibandingkan dengan SMA umum yang hanya memiliki 15 mata pelajaran (39 jam per minggu); 3) bahan utama setidaknya 5-7 jam, dan yang lainnya akan berkurang, dan itu akan terjadi ditambahkan ke materi utama; 4) Pengajaran bisa dimulai sejak tahun pertama (Kelas X), jadi pendalaman dan pendewasaan ilmu utama bisa lebih optimal. Inti dari Pembinaan pengelolaan kurikulum dan kegiatan pembelajaran memang menuntut Madrasah untuk memiliki kemandirian, kreativitas, inovasi, dan inisiatif dalam organisasi. Madrasah harus memiliki sumber daya yang cukup Kurikulum (Alam, Ismail, & Mishra, 2010). Oleh karena itu, Madrasah harus mampu melakukan pengembangan dan pengelolaan kurikulum, membentuk tim pengembangan kurikulum, melakukan pengembangan lokakarya pengembangan kurikulum, penyusunan kurikulum dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait komponen, terutama untuk guru. Perkembangan kurikulum yang harus diperhatikan secara umum adalah pengelolaannya Kurikulum Madrasah, Kurikulum Madrasah memiliki keunikan dengan pendidikan Islamnya, namun demikian Harus dipikirkan bagaimana meratakan kurikulum yang menjadi baru semua sekolah dalam kelompok sekolah umum. Madrasah Aliyah termasuk dalam kelompok SMA sekolah sehingga muatan pengetahuan umum harus mengandung keterampilan yang harus dikuasai olehnya lulusan.

Kamis, 15 April 2021

4 kompetensi guru propesional

 nama : muhammad parizurrahman

Kelas : PAI 4A

Nim : 11901274


Ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru. Jadi apa itu? Pedagogi, Profesional, Kepribadian, dan Sosial. Sekarang mari kita bahas pedagoginya dulu, kompetensi ini diperlukan untuk membaca karakteristik siswa, melalui kompetensi ini guru dengan mudah memahami kebutuhan, latar belakang dan minat masing-masing siswa. Hal tersebut harus menjadi pertimbangan jika kita ingin menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Guru harus mengetahui bagaimana menghadapi karakteristik siswa beserta penilaian mengapa siswa berperilaku tidak pantas. Pedagogi juga merupakan disiplin ilmu yang berhubungan dengan teori dan praktek mengajar. Dalam pedagogi, guru menginformasikan strategi pengajaran, metode dan tindakan guru terhadap teori pembelajaran. Kompetensi kedua adalah profesional. Apa yang profesional? Dalam konteks umum profesional berkaitan dengan suatu profesi atau setiap orang yang berurusan dengan pekerjaan atau profesinya. Profesional juga menggambarkan standar pendidikan dan pelatihan yang mempersiapkan guru untuk benar-benar memahami profesionalisme mereka sebagai pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperlukan untuk menjalankan peran khusus mereka dalam profesi tersebut. Para profesional bekerja bersama dengan tekad untuk mencapai tujuan pendidikan. Kompetensi kedua ini sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh semua guru. Ketiga adalah kepribadian. Jadi mengapa guru perlu berkepribadian. Kepribadian yang baik akan membawa siswa ke jalan yang benar. Pada dasarnya kepribadian dapat diartikan sebagai cara berinteraksi dengan keadaan dan individu lain. Artinya, guru harus menjadi orang yang interaktif dan baik dalam bidang pekerjaannya. Mereka tahu bagaimana berperilaku dengan pasangannya dan siswa akan dicontohkan oleh siswa. Melalui kepribadian, guru dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dan tahu bagaimana menghadapi keadaan yang berbeda tersebut.Kompetensi terakhir adalah sosial. Kompetensi ini membangun kapasitas bagaimana menghadapi hal-hal sosial, guru harus peka terhadap masalah yang ada disekitarnya. Guru tidak dapat bekerja sendiri, mereka membutuhkan individu lain di sekitar sekolah untuk mengontrol aktivitas siswa di sekolah. Guru harus bekerja dengan masyarakat untuk mendorong siswa belajar dan mempelajari hal-hal baru di masyarakat. Di sini, guru harus memiliki akses yang baik ke masyarakat. Dimungkinkan untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk membahas perkembangan siswa dan mencari cara untuk meningkatkan kapasitas sekolah menuju pembangunan masyarakat. Kompetensi sosial juga mencerminkan kapasitas guru untuk mengambil pandangan atau gagasan orang lain tentang suatu situasi. Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan guru yang berkualitas di bidang pengajaran. Sudah usang membutuhkan penerimaan perubahan dengan sepenuh hati. Guru terbaik tidak diciptakan untuk menjadi pribadi yang pasif tetapi mereka harus menjadi orang yang energik untuk memfasilitasi, memotivasi, dan mendidik siswanya untuk menjadi agen perubahan sejati.

Rabu, 14 April 2021

4 kompetensi guru profesional

 Ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru. Jadi apa itu? Pedagogi, Profesional, Kepribadian, dan Sosial. Sekarang mari kita bahas pedagoginya dulu, kompetensi ini diperlukan untuk membaca karakteristik siswa, melalui kompetensi ini guru dengan mudah memahami kebutuhan, latar belakang dan minat masing-masing siswa. Hal tersebut harus menjadi pertimbangan jika kita ingin menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Guru harus mengetahui bagaimana menghadapi karakteristik siswa beserta penilaian mengapa siswa berperilaku tidak pantas. Pedagogi juga merupakan disiplin ilmu yang berhubungan dengan teori dan praktek mengajar. Dalam pedagogi, guru menginformasikan strategi pengajaran, metode dan tindakan guru terhadap teori pembelajaran. Kompetensi kedua adalah profesional. Apa yang profesional? Dalam konteks umum profesional berkaitan dengan suatu profesi atau setiap orang yang berurusan dengan pekerjaan atau profesinya. Profesional juga menggambarkan standar pendidikan dan pelatihan yang mempersiapkan guru untuk benar-benar memahami profesionalisme mereka sebagai pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperlukan untuk menjalankan peran khusus mereka dalam profesi tersebut. Para profesional bekerja bersama dengan tekad untuk mencapai tujuan pendidikan. Kompetensi kedua ini sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh semua guru. Ketiga adalah kepribadian. Jadi mengapa guru perlu berkepribadian. Kepribadian yang baik akan membawa siswa ke jalan yang benar. Pada dasarnya kepribadian dapat diartikan sebagai cara berinteraksi dengan keadaan dan individu lain. Artinya, guru harus menjadi orang yang interaktif dan baik dalam bidang pekerjaannya. Mereka tahu bagaimana berperilaku dengan pasangannya dan siswa akan dicontohkan oleh siswa. Melalui kepribadian, guru dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dan tahu bagaimana menghadapi keadaan yang berbeda tersebut.Kompetensi terakhir adalah sosial. Kompetensi ini membangun kapasitas bagaimana menghadapi hal-hal sosial, guru harus peka terhadap masalah yang ada disekitarnya. Guru tidak dapat bekerja sendiri, mereka membutuhkan individu lain di sekitar sekolah untuk mengontrol aktivitas siswa di sekolah. Guru harus bekerja dengan masyarakat untuk mendorong siswa belajar dan mempelajari hal-hal baru di masyarakat. Di sini, guru harus memiliki akses yang baik ke masyarakat. Dimungkinkan untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk membahas perkembangan siswa dan mencari cara untuk meningkatkan kapasitas sekolah menuju pembangunan masyarakat. Kompetensi sosial juga mencerminkan kapasitas guru untuk mengambil pandangan atau gagasan orang lain tentang suatu situasi. Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan guru yang berkualitas di bidang pengajaran. Sudah usang membutuhkan penerimaan perubahan dengan sepenuh hati. Guru terbaik tidak diciptakan untuk menjadi pribadi yang pasif tetapi mereka harus menjadi orang yang energik untuk memfasilitasi, memotivasi, dan mendidik siswanya untuk menjadi agen perubahan sejati.